Mengisi liburan tidak harus bepergian ke tempat yang jauh dan mahal. Menyelami profesi orangtua sendiri ternyata bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan. Ini sekaligus melatih anak berempati akan jerih payah orangtua mencari penghasilan untuk keluarga.
Berangkat dari hal itulah sejumlah anak petani di Kampung Cimuncang, Garut Kota, Jawa Barat, turun ke sawah. Mereka belajar bertani dan membajak dengan kerbau sungguhan.
Umumnya mereka masih duduk di bangku sekolah dasar. Saat liburan sekolah seperti ini, mereka memilih berada di sawah, belajar sekaligus membantu orangtua membajak sawah.
Alat bajak yang digunakan dipasang pada dua ekor kerbau. Setelah itu mereka berasma meratakan lahan yang telah dipanen. Tanah yang masih ditumbuhi sisa padi, dibalikkan dan dibenamkan ke bagian dalam tanah dan diratakan untuk kembali ditanami.
Selama membajak sawah, mereka terlihat riang. Lumpur yang kian banyak menempel di tubuh tak mereka hiraukan. Justru makin membuat suasana bertambah seru.
Selanjutnya mereka belajar cara merapikan pematang sawah. Lumpur dari sawah yang sedang dibajak dipadatkan dan dirapikan dengan kaki. Mereka juga belajar mencangkul. Cangkul yang berat ternyata tak menurunkan semangat anak-anak.
Usai belajar bertani, mereka juga bermain-main di sawah. Setelah bermain seharian di sawah, baru mereka pergi ke pinggir sungai untuk membersihkan badan. Baru setelah itu mereka pulang ke rumah masing-masing.
Baca Sumber Berita >>
Berangkat dari hal itulah sejumlah anak petani di Kampung Cimuncang, Garut Kota, Jawa Barat, turun ke sawah. Mereka belajar bertani dan membajak dengan kerbau sungguhan.
Umumnya mereka masih duduk di bangku sekolah dasar. Saat liburan sekolah seperti ini, mereka memilih berada di sawah, belajar sekaligus membantu orangtua membajak sawah.
Alat bajak yang digunakan dipasang pada dua ekor kerbau. Setelah itu mereka berasma meratakan lahan yang telah dipanen. Tanah yang masih ditumbuhi sisa padi, dibalikkan dan dibenamkan ke bagian dalam tanah dan diratakan untuk kembali ditanami.
Selama membajak sawah, mereka terlihat riang. Lumpur yang kian banyak menempel di tubuh tak mereka hiraukan. Justru makin membuat suasana bertambah seru.
Selanjutnya mereka belajar cara merapikan pematang sawah. Lumpur dari sawah yang sedang dibajak dipadatkan dan dirapikan dengan kaki. Mereka juga belajar mencangkul. Cangkul yang berat ternyata tak menurunkan semangat anak-anak.
Usai belajar bertani, mereka juga bermain-main di sawah. Setelah bermain seharian di sawah, baru mereka pergi ke pinggir sungai untuk membersihkan badan. Baru setelah itu mereka pulang ke rumah masing-masing.
Baca Sumber Berita >>