GARUT|BLOGGER

Blogger Media Informasi

Showing posts with label Garut Informasi. Show all posts
Showing posts with label Garut Informasi. Show all posts

Mengisi Liburan dengan Membajak Sawah

Mengisi liburan tidak harus bepergian ke tempat yang jauh dan mahal. Menyelami profesi orangtua sendiri ternyata bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan. Ini sekaligus melatih anak berempati akan jerih payah orangtua mencari penghasilan untuk keluarga.

Berangkat dari hal itulah sejumlah anak petani di Kampung Cimuncang, Garut Kota, Jawa Barat, turun ke sawah. Mereka belajar bertani dan membajak dengan kerbau sungguhan.

Umumnya mereka masih duduk di bangku sekolah dasar. Saat liburan sekolah seperti ini, mereka memilih berada di sawah, belajar sekaligus membantu orangtua membajak sawah.

Alat bajak yang digunakan dipasang pada dua ekor kerbau. Setelah itu mereka berasma meratakan lahan yang telah dipanen. Tanah yang masih ditumbuhi sisa padi, dibalikkan dan dibenamkan ke bagian dalam tanah dan diratakan untuk kembali ditanami.

Selama membajak sawah, mereka terlihat riang. Lumpur yang kian banyak menempel di tubuh tak mereka hiraukan. Justru makin membuat suasana bertambah seru.

Selanjutnya mereka belajar cara merapikan pematang sawah. Lumpur dari sawah yang sedang dibajak dipadatkan dan dirapikan dengan kaki. Mereka juga belajar mencangkul. Cangkul yang berat ternyata tak menurunkan semangat anak-anak.

Usai belajar bertani, mereka juga bermain-main di sawah. Setelah bermain seharian di sawah, baru mereka pergi ke pinggir sungai untuk membersihkan badan. Baru setelah itu mereka pulang ke rumah masing-masing.

Baca Sumber Berita >> 
 

Pengamanan Chevron Diperketat

Penjagaan sejumlah objek vital yang ada di Indonesia, termasuk di Kab. Garut, diperketat menyusul berita tewasnya pemimpin jaringan teroris Al-Qaeda, Osama bin Laden. Bahkan, jajaran kepolisian menetapkan status siaga 1 dan meningkatkan kewaspadaan di objek vital di Indonesia.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Garut, keberadaan PT Chevron Geothermal Indonesia (CGI) yang merupakan salah satu objek vital eksplorasi panas bumi yang berlokasi di kawasan Kec. Pasirwangi, kini mendapat pengamanan lebih ketat dari aparat kepolisian.

Berdasarkan pemantauan “KP” di lapangan, Rabu (4/5), petugas sekuriti internal CGI yang dibantu sejumlah petugas dari Polres Garut dan Kodim 0611 Garut, berjaga-jaga di tiga pos utama kawasan wilayah kerja pertambangan tersebut.

Jalan Kabupaten Di Garut Terputus

Jalan yang menghubungkan empat desa di Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut, terputus akibat longsor yang dipicu hujan deras, Senin (2/5/2011), pukul 11.00 WIB. Dibutuhkan jembatan darurat agar arus transportasi warga bisa berjalan kembali.

Hujan deras yang turun dalam dua hari terakhir membuat saluran air di tepi jalan sepanjang 6 meter dan lebar 3 meter yang menghubungkan empat desa itu tergerus.

“Tidak ada korban jiwa, tapi jalan putus total mulai pukul 11.00 WIB. Sekitar 10.000 orang kesulitan menjalankan aktivitasnya sehari-hari,” kata Camat Cihurip Teten Sundara di Garut, kemarin.

IRT Tewas Mengenaskan

Lagi-lagi bencana alam longsor yang terjadi di Kab. Garut menimbulkan korban jiwa. Kali ini longsor terjadi di wilayah Kec. Garut Kota dan terjadi pada saat cuaca cerah. Dalam musibah ini, seorang ibu rumah tangga (IRT) tewas tertimbun longsor ketika tengah mencari rumput untuk pakan ternaknya.

Nasib nahas menimpa Kokom (28), ibu rumah tangga warga Kp. Cipeuteuy RT 05/RW 05, Kel. Margawati, Kec. Garut Kota. Ia tewas secara mengenaskan setelah tertimbun material longsoran dari tebing setinggi 70 meter dengan lebar 20 meter di Blok Cigulamping, Desa Cikohkol, Kel. Margawati, 1 km dari rumah korban.

Kabar longsor yang terjadi Sabtu (30/4) sekitar pukul 11.30 WIB hingga menyebabkan Kokom meninggal ini tentu saja sangat mengagetkan. Apalagi saat longsor terjadi, cuaca tengah terik-teriknya.

48 Kasus Narkoba Di Garut, Sebagian Besar Pelajar

Dari 48 kasus penyalahgunaan narkoba, khususnya jenis ganja selama tahun 2010 di Kabupaten Garut, sebagian besar pelakunya adalah pelajar, demikian diungkapkan Kapolres Garut, AKBP Yayat Ruhiat Hidayat, pada saat apel besar operasi pembersihan ladang ganja di lapangan sepak bola Cikandang, Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang, baru-baru ini.

Selain pelajar dan mahasiswa, pemakai barang haram tersebut, kata Yayat, ada juga tukang ojeg dan petani yang sebagian besar kasusnya telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Garut, untuk selanjutnya diproses ke pengadilan. “Dengan ditemukannya ladang ganja di Kabupaten Garut ini, perlu diwapadai bersama. Sebab target sasaran bisa saja masuk ke kalangan pesantren, selain pelajar dan mahasiswa,” ungkapnya.

Peringati May Day Dengan Bakti Sosial

Dalam rangka memperingati Hari Buruh Sedunia sebanyak 100 orang Karyawan /karyawati PT Danbi Internasional melaksanakan bakti sosial dengan membersihkan sampah dan kotoran yang ada di Mesjid Agung dan di sekitar lapangan Otista alun-alun Garut. Terlibat ikut membatu pada kegiatan tersebut anggota TNI dari kodim 0611 Garut Dan dan anggota Polres Garut yang di pimpin langsung oleh Kapolres Garut AKBP Yayat Ruhiyat Hidayat, Sik,MH dan Wakilnya Kompol Eka Mulyana. Turut Hadir Kepala kantor Kesbang Linmas Kabupaten Garut Drs. Asep Suparman,M.Si.

PMI Kekurangan 1 Juta Kantong Darah

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (Ketum PMI) Jusuf Kalla (JK) mengaku Indonesia tiap tahunnya kekurangan sekitar 1 juta kantong darah.

Hal itu ditegaskan Jusuf Kalla saat melantik Ketua PMI Jabar Irjen Pol Adang Rochjana, menggantikan Karna Swanda di Aula Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, kemarin. Dalam kesempatan itu, JK turut melantik sekitar 13 orang pengurus harian PMI Jabar. “Kita saat ini membutuhkan 2% kantong labu darah dari total jumlah penduduk atau sekitar 4,5 juta kantong darah. Tahun lalu, kita hanya punya 3,5 juta kantong darah. Artinya, kita masih kekurangan 1 juta kantong,” tegas JK di hadapan pengurus PMI Jabar. Menurut dia, seiring pertumbuhan penduduk diperkirakan pada tahun 2014 mendatang kebutuhan darah di Indonesia tiap tahunnya bisa mencapai hingga 5 juta kantong per tahun.

Setiap Pengendara Motor Dirazia

Polres Garut secara serentak menggelar razia kendaraan motor roda dua, kemarin. Lokasi operasi di wilayah yang dinilai rawan terhadap pencurian sepeda motor.

Berdasarkan pantauan Radar, salah satu lokasi razia yang melibatkan Satuan Reserse Kriminal ini di Jalan Ahmad Yani dan Bunderan Suci. Petugas memeriksa kelengkapan kendaraan terutama Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
“Operasi ini, pengendara yang tidak memiliki SIM masih didispensasi, karena targetnya memeriksa STNK motor.

Tujuannya untuk mengetahui keaslian kepemilikan,” jelas Kasatreskrim Polres Garut AKP Yusuf Hamdani yang dihubungi terpisah.

Masih Sekolah Tak Boleh Menikah

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Eutik Karyana mengatakan, siswa yang masih sekolah baik SMP maupun SMA tidak boleh menikah sebelum menyelesaikan sekolahnya.

“Aturan mainnya memang siswa SMP tidak boleh menikah. Ini juga berlaku bagi siswa SMA,” tegasnya saat dihubungi melalui telepon genggamnya, kemarin.

Kata dia, pihaknya juga sempat mendengar kabar bahwa ada salah seorang siswa SMPN 2 Cibiuk yang tidak bisa mengikuti ujian nasional. Siswa tersebut sejak Desember 2010 sudah tidak lagi mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Pihak sekolah sendiri telah berusaha proaktif mendatangi ke rumah siswa tersebut untuk menanyakan kesiapan mengikuti UN, namun pihak orangtua sulit ditemui.

Ke Desa Purbayani Di Garut Yang Dihuni Ratusan Anggota Negara Islam Indonesia

Nama Negara Islam Indonesia (NII) kembali muncul ke permukaan. Itu terjadi setelah ada sejumlah mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi yang mengaku telah direkrut bahkan dicuci otak oleh aktivis organisasi itu. Di Garut, ada sebuah desa yang dihuni para pengikut NII. Adakah kaitannya”

--—————————————-- --——-
M.HILMI SETIAWAN, Garut
--—————————————-- --——-

Desa itu bernama Purbayani, terletak di Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut. Jarak desa tersebut dari pusat kota kabupaten sekitar 107 kilometer. Untuk sampai di desa itu, kita harus melewati jalan pegunungan yang meliuk-liuk yang lebarnya sekitar empat meter. Di beberapa titik jalan, tikungan cukup tajam dan menukik curam. Titik-titik lainnya sangat menanjak.

Polisi Tengarai Kelompok NII Berada Di Garut

Kelompok Negara Islam Indonesia (NII) diduga berada di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat. “Masalah NII itu ada, tapi sampai sejauh ini kondisi di kita masih aman,” ujar Kepala Kepolisian Resor Garut, Ajun Komisaris Besar Polisi Yayat Ruhiyat Hidayat, Kamis, 28 April 2011.

Menurut dia, kelompok ini terkesan ekslusif. Paham negara Islam yang mereka yakini hanya disebar luaskan pada kelompoknya saja, tidak sampai ke masyarakat luar. Selain itu, mereka juga mengakui keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Yayat menambahkan keberadaan kelompok NII di wilayahnya bukan tanpa alasan. Menurut dia, awal mula kemunculan NII berasal dari Garut. Gerakan pemberontakan ini mulai muncul pada 1949 dengan nama Darul Islam yang dipimpin oleh Sekarmaji Marijan Kartosuwirjo. Pada 7 Agustus 1949 kelompok ini memproklamirkan diri sebagai Negara Islam Indonesia.

Hujan Mengguyur Dari Siang Hingga Malam Di Garut

Sudah sejak bulan lalu, ratusan warga Kampung Sawah Tanjakan, Desa Sukamulya, Kecamatan pakenjeng, Kabupaten Garut, selalu hidup di tengah bayang-bayang ketakutan tertimbun longsor.

Bagaimana tidak, Kampung Sawah Tanjakan berada persis di bawah tebing Gunung Citiis yang memiliki ketinggian lebih dari 300 meter. Apalagi tebing itu terus mengalami longsoran akibat digerus hujan deras.

Musim Hujan Jabar Rawan Longsor

KEPALA Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono mengimbau masyarakat Jawa Barat untuk mewaspadai terjadinya longsor yang terjadi di musim hujan.

Terutama di daerah Jawa Barat bagian selatan seperti Subang, Sumedang, Kuningan, Majalengka, Garut, Ciamis, Tasikmalaya, Cianjur, Bogor, Purwakarta,dan Sukabumi. “Hal ini karena kondisi lahan dan kontur tanahnya yang rawan,sehingga ketika musim hujan datang mudah terjadi longsor,” ucapnya saat ditemui wartawan di acara peringatan Hari Bumi 2011 di Auditorium Museum Geologi, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, kemarin.

Alih Fungsi Lahan Ancam 10.297 Warga Karangpawitan Terbenam Lumpur

Merebaknya alih fungsi lahan tanaman keras menjadi kebun sayuran di Kecamatan Karangpawitan Garut, berakibat sekurangnya sepuluh desa rawan longsor dan semakin mengancam lebih dari 10.247 warganya tergerus, bahkan bisa terbenam banjir lumpur.

Menyusul tergerus serta terbenamnya sebuah rumah penduduk di Kampung Campaka Sukahurip Desa Godog Kecamatan Karangpawitan, Sabtu malam (23/4), yang menewaskan lima penghuninya, juga diindikasikan kuat berakar dari permasalahan ratusan hektar alih fungsi lahan.

Kepala “Badan Penanggulangan Bencana Daerah” (BPBD) setempat, Drs Z. Munazat, M.Si kepada Garut News, Selasa, mengemukakan perlunya direalisasikan rekomendasi dari “Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi” (PVMBG).

Atap Masjid Riyadul Faidzin Hancur Berantakan

Atap Masjid Riyadul Faizin di Rt 01/05 yang berada di Desa Sindangpalay Kecamatan Karangpawitan hancur berantakan akibat terkena sambaran petir,kejadian terjadi pada pukul 18.00 menjelang adzan magrib berkumandang,pada Sabtu (23/4) sore.

Tidak hanya mesjid yang rusak parah, rumah-rumah warga sekitar pun mengalami dampaknya, bahkan akibat arus listrik dari sambaran petir tersebut ,aliran listrik mengalami kerusakan sehingga banyak saluran induk di tiap rumah penduduk pada hancur dan keluar dari tempatnya serta perabotan dapur pada berantakan.

HUT Otda Tingkatkan Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah

Bertempat di Lapangan Upacara Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, dilaksanakan upacara peringatan HUT Otonomi Daerah ke-15 pada Senin (25/04). Tema peringatan Hari Otonomi Daerah untuk tahun ini adalah “Kita Tingkatkan Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Menuju Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik“.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, S.H., M.M., dalam sambutan yang dibacakan Bupati Garut H. Aceng H.M. Fikri, S.Ag. menegaskan agar otonomi daerah selalu diisi dengan kegiatan-kegiatan dalam peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah yang berorientasi pada pelayanan masyarakat; peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintah melalui keserasian hubungan pusat dengan pemerintahan daerah, pemerintahan daerah dengan DPRD dan masyarakat sehingga tercipta kepemerintahan yang baik di daerah; serta bagi daerah yang akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah agar mempersiapkan dengan sebaik-baiknya mulai tahap persiapan hingga pelantikan.

Bupati Garut Resmikan Jembatan Gantung Cijambe

Kebersamaan dalam usaha membangun suatu tujuan baik itu berupa pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur bangunan maupun yang lainnya harus di barengi pula dengan kebersaman dalam pemeliharannya, karena hal tersebut akan memperpanjang usia suatu bangunan. Cepat serta rusaknya bangunan tersebut dikarenakan tidak sejalannya napas pembangunan dan pemeliharaan.

Demikian sambutan Bupati Garut H. Aceng HM Fikri S.Ag, pada peresmian penggunaan jembatan Cijambe di Desa Sindanglaya Kecamatan Karangpawitan, Senin (25/4). Hadir Kepala Satpol PP Kab. Garut Dr.H. Suherman,SH.M.Si, Kepala Bagian Informatika Setda Garut Drs. Dik Dik Hendrajaya,M.Si, Sekretaris Dinas Pertacip Drs. Diar Cahdiar,M.Si Camat Karangpawitan Drs. Asep Taupan,MH. dan pejabat lainya.

SMAN 1 GARUT MILIKI 10 FASILITAS PENDUKUNG

Proses belajar mengajar di lingkungan SMAN 1 Garut, sekurangnya memiliki sepuluh jenis fasilitas pendukung, dengan 86 tenaga kependidikan terdiri 73 lulusan S1 serta 13 tamatan S2.

Sedangkan fasilitas pendukung sekolah, berupa tiga laboratorium IPA, dua laboratorium bahasa, serta masing-masing satu laboratorium komputer, multimedia, perpustakaan, ruangan kesenian, kantin, sarana transfortasi, gedung olahraga dan sarana beribadah/masjid.

Kepala SMAN 1 Garut, Drs H. Achdiat Kusdani, M.Pd kepada Garut News, Senin, juga mengemukakan pada tahun pelajaran 2010/2011 terdapat 1.135 siswa, meliputi 30 siswa kelas X porogram akselerasi dan 351 siswa kelas X program RSBI.

GARUT PERINGATI HARI BUMI DI BIBIR LEMBAH SUNYI

“Kita hidup dalam dunia yang terbelah, Sementara banyak orang yang menderita penyakit menular akibat kekurangan gizi, Makin banyak pula yang dirundung penyakit kronis akibat kelebihan makan”. (State of the World, 2005).

Kita berada di atas planet yang melewati perubahan sepanjang 4,5 miliar tahun lebih sejarahnya, perubahannya akibat perbuatan kita sendiri, manusia mengubah permukaan bumi secara cepat dan nyata, barangkali itulah kini kerap diperingati hari bumi.

Komunitas rumah cinta menebar tanaman seribu pohon, bersama Kang Diky Chandra serta Teh Rani Permata, Senin, sebagai momentum memperingati hari bumi di bibir lembah sunyi, Kampung Cicadas Desa Sindangpalay Kecamatan Karangpawitan Garut.

WASPADAI LONGSOR SUSULAN

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono mengatakan, jika curah hujan di Garut masih tinggi, maka longsor susulan di Kp. Campaka, Desa Godog, Kec. Karangpawitan, bisa saja terjadi.

Hal itu dijelaskannya dalam Rakor Penanggulangan Bencana Longsor Desa Godog, Kec. Karangpawitan yang digelar di kantor Dinas Tenaga Kerja, Sosial, dan Transmigrasi (Disnakersostran) Kab. Garut, Senin (25/4).

Dikatakan Surono, perkiraan akan terjadinya longsor susulan disebabkan rendahnya daya serap tanah di kawasan tersebut akibat alih fungsi lahan dari tanaman hutan ke tanaman musiman jenis sayuran.

Widget Footer 1