GARUT|BLOGGER

Blogger Media Informasi

Showing posts with label Berita Garut. Show all posts
Showing posts with label Berita Garut. Show all posts

Kabel tersangkut di pohon, listrik di Garut padam

Seringnya pemadaman listrik di Perumahan Buana Putra, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut disebabkan oleh sejumlah gangguan. Beberapa masalah yang disebabkan oleh layangan berkawat, kabel putus, isolator tiang listrik pecah, hingga kabel nyangkut di pohon, menjadi alasan seringnya pemadaman listrik.

“Pemadaman terakhir pada Minggu 22 September 2013 itu terjadi karena ada kabel yang nyangkut di pohon jambu. Akibatnya ada gesekan dan menimbulkan percikan api pada kabel. Sedangkan pemadaman listrik Sabtu 23 September 2013 atau satu hari sebelumnya, itu disebabkan oleh adanya isolator tiang listrik yang pecah,” kata Petugas PLN UPJ Cibatu Mukhlis, Senin (23/9/2013).

listrik di Garut padam

Menurut Mukhlis, petugas selalu kesulitan untuk mencari sumber masalah padamnya listrik. Sebab, jaringan yang menyuplai listrik ke Perumahan Buana terbentang sangat panjang, yaitu sekira 20 km.

“Listrik untuk Perumahan Buana itu dipasok dari Penyulang Kawah Putih. Panjang jaringan penyulang ini dimulai dari kawasan Margawati, Kecamatan Garut Kota, hingga ke Kecamatan Sukawening, dengan total panjang 20 km. Karena tidak ada percabangan listrik dan jarak yang cukup jauh, kami jadi kesulitan untuk mencari di mana sumber gangguan itu. Inilah yang menyebabkan durasi pemadaman lebih lama,” jelasnya.

Seorang warga Perumahan Buana Putra, Taufik Hidayah (29), mengaku kesal dengan seringnya pemadaman listrik. Ia menilai, pihak PLN UPJ Cibatu tidak profesional dalam memberikan layanan kepada pelanggannya.

“Kemarin-kemarin, alasan pemadaman karena layangan. Sekarang alasannya lain lagi, karena kabel nyangkut di pohon jambu. Kalau besok-besok padam kembali, apa lagi alasan yang akan disampaikan oleh PLN,” tanyanya kesal.

Di Perumahan Buana Putra, Kecamatan Karangpawitan, sendiri sedikitnya ditinggali oleh warga sekira 30 KK. Warga di perumahan ini, mengaku kesal karena seringnya pemadaman listrik oleh PLN telah mengganggu aktivitas mereka di rumah.

7 Mobil Tabrakan Beruntun di Garut

Tabrakan kembali terjadi di Jalur Tasik-Bandung, daerah Malangbong, Garut, Jawa Barat. Kecelakaan itu melibatkan tujuh kendaraan. 

Ketujuh kendaraan itu adalah Truk Kontainer dengan nomor Polisi B 9943.GY, Nissan Grand Livina abu metalik D.1381.AAR, Kijang Innova putih B.1530.TZY, Xenia silver D.1590.JO, Truk Colt diesel Z.9218.DA, Honda CRV hitam D.1590.JQ, dan Nissan Grand livina hitam D.1091.DOC.

tabrakan beruntun di garut

Saat ini korban kecelakaan sudah dilarikan ke Puskesmas Malangbong, Garut. Dari penuturan salah satu petugas Puskesmas, jumlah korban meninggal saat sebanyak 1 orang, sedangkan 16 orang lainnya dalam kondisi luka berat. 

"Tabrakan itu melibatkan tujuh kendaraan. Sedangkan korban dibawa ke sini sekitar pukul 21.00 WIB. Untuk jumlah secara keseluruhan korban masih dalam proses," kata petugas puskesmas Malangbong yang enggan disebut namanya itu.

Pengelola Didesak Perbaiki Pasar Guntur

PT Arjuna,pengelola Pasar Guntur Ciawitali Garut, diminta segera memperbaiki kerusakan akibat kebakaran yang terjadi pada Selasa (7/8) lalu.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar pada Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut Dedi mengatakan, tindaklanjut peristiwa kebakaran ini akan diserahkan pada pihak ketiga sebagai pengelola pasar tersebut, yakni PT Arjuna. Diaberharap PT Arjuna dapat segera memperbaiki atap,tiang, dan jaringan listrik,yang rusak akibat terbakar di Blok C. Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah tempat dagang yang terbakar dalam kejadian Selasa sore lalu mencapai 24 lapak.

Menurut Dedi, kerugian dari 24 kios yang terbakar tersebut mencapai Rp120 juta. Dari pantauan SINDO,sejumlah pedagang yang kiosnya terbakar mengaku shock. Selain memunguti sisa-sisa barang dagangannya, mereka tertegun memandangi puing-puing kiosnya yang telah hangus. “Modal saya habis. Sebab,semua keuntungan yang diperoleh dari berjualan bulan lalu, sudah saya belanjakan kembali dalam bentuk barang dagangan,” kata seorang pedagang Pasar Guntur Blok C Titin,40,kemarin. fani ferdiansyah

Jalur Mudik di Garut Dipasangi CCTV

Jalur mudik di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dipasangi kamera pengawas atau closed-circuit television (CCTV). Alat tersebut dipasang di daerah rawan kemacetan. “Kita sudah siapkan tiga titik pemasangan kamera pengawas,” ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut Ajun Komisaris Polisi Jujun Junaedi, Rabu, 8 Agustus 2012.

Menurut dia, daerah yang akan diawasi adalah yang berada di jalur utama selatan Jawa Barat, yakni di daerah Limbangan dan pertigaan Malangbong. Jalur penghubung Nagreg dan Gentong, Tasikmalaya, ini setiap tahunnya kerap mengalami antrean panjang kendaraan pemudik. Sementara satu kamera lagi akan dipasang di pertigaan Kiaradodot, Kecamatan Kadungora.

Pemasangan kamera pengawas ini untuk memantau situasi arus lalu lintas. Selain itu, kamera tersebut juga akan membantu petugas di lapangan dalam mengurai kemacetan. Apakah melakukan buka-tutup jalur atau mengalihkan kendaraan melalui jalur alternatif. “Kamera ini bisa diakses semua pihak karena terhubung dengan Mabes. Jadi pemudik bisa menghindari titik-titik kemacetan,” ujar Jujun.

Jujun menambahkan, jumlah kendaraan yang akan melintasi Garut akan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Berdasarkan data, pada H-7 sampai H+7 Lebaran tahun 2010 lalu, jumlah kendaraan yang melewati jalur Limbangan dan Kadungora dari arah barat menuju timur atau dari Bandung menuju Tasikmalaya mencapai 777.220 unit. Sedangkan tahun 2011 mencapai 970.020 unit atau mengalami peningkatan sebesar 24,8 persen dari tahun sebelumnya.

Sementara jumlah kendaraan yang melewati jalur Limbangan dan Kadungora dari arah timur menuju barat atau dari arah Tasikmalaya menuju Bandung pada tahun 2010 mencapai 657.512 unit dan pada 2011 mencapai 816.124 kendaraan. Dengan demikian, angkanya mengalami peningkatan 24,1 persen dari tahun sebelumnya.

Tak hanya itu, polisi juga menyiapkan alat komunikasi lainnya untuk memantau situasi arus mudik. Di antaranya pesawat rig sebanyak delapan unit, repeter empat unit, telepon 33, pesawat handy talky 200, dan telepon genggam sebanyak 850 unit. “Kami akan lakukan pelayanan secara maksimal demi kenyamanan pemudik,” ujar Jujun.


Melestarikan Seni Melalui Teater Postheatron Garut

Di tengah era globalisasi, mempertahankan serta memperkenalkan kesenian tradisional kepada masyarakat terutama kaum muda tentu tidak mudah. Perlu perjuangan ekstra keras agar generasi muda cinta budaya Indonesia. Tentu saja perjuangan tidak akan sukses apabila tak dilakukan dengan hati seperti yang dilakukan Komunitas Teater Postheatron Garut.

Komunitas Teater Postheatron Garut
hingga kini masih eksis. Selain mahir memainkannya, anggota komunitas juga berusaha untuk membuatnya sendiri yang bahan dasarnya dari bambu. “Kalau bisa mah tidak, tapi mencoba belajar untuk membuatnya,” kata Nanang, anggota komunitas. Alat musik yang dibuat komunitas antara lain toliet, celempung, dan karinding.

Karinding adalah alat musik imut yang dimainkan dengan cara ditempelkan di mulut lalu dipukul-pukul ujungnya atau disentir melalui tali. Getaran antara si karinding dan mulut digabung dengan udara dari mulut menghasilkan suara. “Tweew..tweew...”, begitulah. Ukuran standar karinding adalah panjang 10 sentimeter dan lebar dua sentimeter.

Beberapa anggota Komunitas Teater Postheatron Garut adalah personel band underground (musik cadas). “Kita punya band masing-masing,” kata anggota komunitas lainnya. Tidak heran jika komunitas ini mampu mengkolaborasikan antara musik underground yang berasal dari Barat dengan bunyi-bunyian dari budaya lokal seperti karinding dan toliet.

Sebagian besar anggota masih berstatus sebagai pelajar sekolah menengah atas, mahasiswa, dan pekerja. Selain bermain musik, anggota komunitas diajarkan tentang teater. Para anggota komunitas menghabiskan waktu dengan bermacam kegiatan kreatif. Selama bulan puasa ini mereka menggelar Salam Ramadan yang digelar setiap menjelang berbuka alias ngabuburit.(JUM)

SUMBER BERITA

Mengisi Liburan dengan Membajak Sawah

Mengisi liburan tidak harus bepergian ke tempat yang jauh dan mahal. Menyelami profesi orangtua sendiri ternyata bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan. Ini sekaligus melatih anak berempati akan jerih payah orangtua mencari penghasilan untuk keluarga.

Berangkat dari hal itulah sejumlah anak petani di Kampung Cimuncang, Garut Kota, Jawa Barat, turun ke sawah. Mereka belajar bertani dan membajak dengan kerbau sungguhan.

Umumnya mereka masih duduk di bangku sekolah dasar. Saat liburan sekolah seperti ini, mereka memilih berada di sawah, belajar sekaligus membantu orangtua membajak sawah.

Alat bajak yang digunakan dipasang pada dua ekor kerbau. Setelah itu mereka berasma meratakan lahan yang telah dipanen. Tanah yang masih ditumbuhi sisa padi, dibalikkan dan dibenamkan ke bagian dalam tanah dan diratakan untuk kembali ditanami.

Selama membajak sawah, mereka terlihat riang. Lumpur yang kian banyak menempel di tubuh tak mereka hiraukan. Justru makin membuat suasana bertambah seru.

Selanjutnya mereka belajar cara merapikan pematang sawah. Lumpur dari sawah yang sedang dibajak dipadatkan dan dirapikan dengan kaki. Mereka juga belajar mencangkul. Cangkul yang berat ternyata tak menurunkan semangat anak-anak.

Usai belajar bertani, mereka juga bermain-main di sawah. Setelah bermain seharian di sawah, baru mereka pergi ke pinggir sungai untuk membersihkan badan. Baru setelah itu mereka pulang ke rumah masing-masing.

Baca Sumber Berita >> 
 

Enam Orang Bandar Togel Ditangkap

Enam orang yang diduga bandar judi togel di kota Garut dan sekitarnya ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Garut. Penangkapan dari tempat dan waktu berbeda.

Kasatreskrim Polres Garut AKP Yusuf Hamdani mengungkapkan, petugas menerima laporan dari masyarakat terkait maraknya praktik judi togel di kawasan Ciwalen. Saat pengintaian, anggotanya mendapati Yud yang tengah bertransaksi di pinggir Jalan Ciwalen. Dari Yudi kemudian petugas berhasil mengamankan Dir. Dan terakhir ditangkap adalah Mang yang diduga menjadi bandar besar judi tersebut di Garut. Kata dia, Mang berprofesi sebagai wartawan.

Selain tiga tersangka, menurut Yusuf, pihaknya juga berhasil mengamankan tiga bandar togel lainnya dari Kampung Sukawening Desa Karangmulya Kecamatan Kadungora yaitu Sur (47), Tat (47) dan Yay (40) pada Jumat (29/4) malam sekitar pukul 20.00. Ketiganya, diduga bandar dalam jaringan Mang.

Jalan Kabupaten Di Garut Terputus

Jalan yang menghubungkan empat desa di Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut, terputus akibat longsor yang dipicu hujan deras, Senin (2/5/2011), pukul 11.00 WIB. Dibutuhkan jembatan darurat agar arus transportasi warga bisa berjalan kembali.

Hujan deras yang turun dalam dua hari terakhir membuat saluran air di tepi jalan sepanjang 6 meter dan lebar 3 meter yang menghubungkan empat desa itu tergerus.

“Tidak ada korban jiwa, tapi jalan putus total mulai pukul 11.00 WIB. Sekitar 10.000 orang kesulitan menjalankan aktivitasnya sehari-hari,” kata Camat Cihurip Teten Sundara di Garut, kemarin.

Jabar-Selandia Baru Kerja Sama Pendidikan

Pemprov Jabar menggagas kerja sama bidang pendidikan dan geothermal dengan pemerintah Selandia Baru. Hal itu terungkap dalam pertemuan selama 60 menit antara Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf dengan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia David Taylor di ruang kerja wagub, kemarin. “Ada beberapa pembahasan yang kita bicarakan dengan Dubes Selandia Baru.

Rencananya kita akan menjalin kerja sama bidang pendidikan dan geothermal, dalam waktu dekat ini kita akan bicarakan seperti apa MoU-nya,”papar Dede. Dia menjelaskan, salah satu kerja sama yang sudah mengerucut akan direalisasikan adalah pertukaran mahasiswa dan pelajar dengan Selandia Baru. Dia moncontohkan program magang kerja mahasiswa Jabar di Selandia Baru. Selain pendidikan, kerja sama bisnis antar pemerintah juga turut dibicarakan.

IRT Tewas Mengenaskan

Lagi-lagi bencana alam longsor yang terjadi di Kab. Garut menimbulkan korban jiwa. Kali ini longsor terjadi di wilayah Kec. Garut Kota dan terjadi pada saat cuaca cerah. Dalam musibah ini, seorang ibu rumah tangga (IRT) tewas tertimbun longsor ketika tengah mencari rumput untuk pakan ternaknya.

Nasib nahas menimpa Kokom (28), ibu rumah tangga warga Kp. Cipeuteuy RT 05/RW 05, Kel. Margawati, Kec. Garut Kota. Ia tewas secara mengenaskan setelah tertimbun material longsoran dari tebing setinggi 70 meter dengan lebar 20 meter di Blok Cigulamping, Desa Cikohkol, Kel. Margawati, 1 km dari rumah korban.

Kabar longsor yang terjadi Sabtu (30/4) sekitar pukul 11.30 WIB hingga menyebabkan Kokom meninggal ini tentu saja sangat mengagetkan. Apalagi saat longsor terjadi, cuaca tengah terik-teriknya.

48 Kasus Narkoba Di Garut, Sebagian Besar Pelajar

Dari 48 kasus penyalahgunaan narkoba, khususnya jenis ganja selama tahun 2010 di Kabupaten Garut, sebagian besar pelakunya adalah pelajar, demikian diungkapkan Kapolres Garut, AKBP Yayat Ruhiat Hidayat, pada saat apel besar operasi pembersihan ladang ganja di lapangan sepak bola Cikandang, Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang, baru-baru ini.

Selain pelajar dan mahasiswa, pemakai barang haram tersebut, kata Yayat, ada juga tukang ojeg dan petani yang sebagian besar kasusnya telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Garut, untuk selanjutnya diproses ke pengadilan. “Dengan ditemukannya ladang ganja di Kabupaten Garut ini, perlu diwapadai bersama. Sebab target sasaran bisa saja masuk ke kalangan pesantren, selain pelajar dan mahasiswa,” ungkapnya.

Peringati May Day Dengan Bakti Sosial

Dalam rangka memperingati Hari Buruh Sedunia sebanyak 100 orang Karyawan /karyawati PT Danbi Internasional melaksanakan bakti sosial dengan membersihkan sampah dan kotoran yang ada di Mesjid Agung dan di sekitar lapangan Otista alun-alun Garut. Terlibat ikut membatu pada kegiatan tersebut anggota TNI dari kodim 0611 Garut Dan dan anggota Polres Garut yang di pimpin langsung oleh Kapolres Garut AKBP Yayat Ruhiyat Hidayat, Sik,MH dan Wakilnya Kompol Eka Mulyana. Turut Hadir Kepala kantor Kesbang Linmas Kabupaten Garut Drs. Asep Suparman,M.Si.

PMI Kekurangan 1 Juta Kantong Darah

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (Ketum PMI) Jusuf Kalla (JK) mengaku Indonesia tiap tahunnya kekurangan sekitar 1 juta kantong darah.

Hal itu ditegaskan Jusuf Kalla saat melantik Ketua PMI Jabar Irjen Pol Adang Rochjana, menggantikan Karna Swanda di Aula Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, kemarin. Dalam kesempatan itu, JK turut melantik sekitar 13 orang pengurus harian PMI Jabar. “Kita saat ini membutuhkan 2% kantong labu darah dari total jumlah penduduk atau sekitar 4,5 juta kantong darah. Tahun lalu, kita hanya punya 3,5 juta kantong darah. Artinya, kita masih kekurangan 1 juta kantong,” tegas JK di hadapan pengurus PMI Jabar. Menurut dia, seiring pertumbuhan penduduk diperkirakan pada tahun 2014 mendatang kebutuhan darah di Indonesia tiap tahunnya bisa mencapai hingga 5 juta kantong per tahun.

Setiap Pengendara Motor Dirazia

Polres Garut secara serentak menggelar razia kendaraan motor roda dua, kemarin. Lokasi operasi di wilayah yang dinilai rawan terhadap pencurian sepeda motor.

Berdasarkan pantauan Radar, salah satu lokasi razia yang melibatkan Satuan Reserse Kriminal ini di Jalan Ahmad Yani dan Bunderan Suci. Petugas memeriksa kelengkapan kendaraan terutama Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
“Operasi ini, pengendara yang tidak memiliki SIM masih didispensasi, karena targetnya memeriksa STNK motor.

Tujuannya untuk mengetahui keaslian kepemilikan,” jelas Kasatreskrim Polres Garut AKP Yusuf Hamdani yang dihubungi terpisah.

Masih Sekolah Tak Boleh Menikah

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Eutik Karyana mengatakan, siswa yang masih sekolah baik SMP maupun SMA tidak boleh menikah sebelum menyelesaikan sekolahnya.

“Aturan mainnya memang siswa SMP tidak boleh menikah. Ini juga berlaku bagi siswa SMA,” tegasnya saat dihubungi melalui telepon genggamnya, kemarin.

Kata dia, pihaknya juga sempat mendengar kabar bahwa ada salah seorang siswa SMPN 2 Cibiuk yang tidak bisa mengikuti ujian nasional. Siswa tersebut sejak Desember 2010 sudah tidak lagi mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Pihak sekolah sendiri telah berusaha proaktif mendatangi ke rumah siswa tersebut untuk menanyakan kesiapan mengikuti UN, namun pihak orangtua sulit ditemui.

Ke Desa Purbayani Di Garut Yang Dihuni Ratusan Anggota Negara Islam Indonesia

Nama Negara Islam Indonesia (NII) kembali muncul ke permukaan. Itu terjadi setelah ada sejumlah mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi yang mengaku telah direkrut bahkan dicuci otak oleh aktivis organisasi itu. Di Garut, ada sebuah desa yang dihuni para pengikut NII. Adakah kaitannya”

--—————————————-- --——-
M.HILMI SETIAWAN, Garut
--—————————————-- --——-

Desa itu bernama Purbayani, terletak di Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut. Jarak desa tersebut dari pusat kota kabupaten sekitar 107 kilometer. Untuk sampai di desa itu, kita harus melewati jalan pegunungan yang meliuk-liuk yang lebarnya sekitar empat meter. Di beberapa titik jalan, tikungan cukup tajam dan menukik curam. Titik-titik lainnya sangat menanjak.

Polisi Tengarai Kelompok NII Berada Di Garut

Kelompok Negara Islam Indonesia (NII) diduga berada di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat. “Masalah NII itu ada, tapi sampai sejauh ini kondisi di kita masih aman,” ujar Kepala Kepolisian Resor Garut, Ajun Komisaris Besar Polisi Yayat Ruhiyat Hidayat, Kamis, 28 April 2011.

Menurut dia, kelompok ini terkesan ekslusif. Paham negara Islam yang mereka yakini hanya disebar luaskan pada kelompoknya saja, tidak sampai ke masyarakat luar. Selain itu, mereka juga mengakui keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Yayat menambahkan keberadaan kelompok NII di wilayahnya bukan tanpa alasan. Menurut dia, awal mula kemunculan NII berasal dari Garut. Gerakan pemberontakan ini mulai muncul pada 1949 dengan nama Darul Islam yang dipimpin oleh Sekarmaji Marijan Kartosuwirjo. Pada 7 Agustus 1949 kelompok ini memproklamirkan diri sebagai Negara Islam Indonesia.

Musim Hujan Jabar Rawan Longsor

KEPALA Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono mengimbau masyarakat Jawa Barat untuk mewaspadai terjadinya longsor yang terjadi di musim hujan.

Terutama di daerah Jawa Barat bagian selatan seperti Subang, Sumedang, Kuningan, Majalengka, Garut, Ciamis, Tasikmalaya, Cianjur, Bogor, Purwakarta,dan Sukabumi. “Hal ini karena kondisi lahan dan kontur tanahnya yang rawan,sehingga ketika musim hujan datang mudah terjadi longsor,” ucapnya saat ditemui wartawan di acara peringatan Hari Bumi 2011 di Auditorium Museum Geologi, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, kemarin.

Bupati Garut Resmikan Jembatan Gantung Cijambe

Kebersamaan dalam usaha membangun suatu tujuan baik itu berupa pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur bangunan maupun yang lainnya harus di barengi pula dengan kebersaman dalam pemeliharannya, karena hal tersebut akan memperpanjang usia suatu bangunan. Cepat serta rusaknya bangunan tersebut dikarenakan tidak sejalannya napas pembangunan dan pemeliharaan.

Demikian sambutan Bupati Garut H. Aceng HM Fikri S.Ag, pada peresmian penggunaan jembatan Cijambe di Desa Sindanglaya Kecamatan Karangpawitan, Senin (25/4). Hadir Kepala Satpol PP Kab. Garut Dr.H. Suherman,SH.M.Si, Kepala Bagian Informatika Setda Garut Drs. Dik Dik Hendrajaya,M.Si, Sekretaris Dinas Pertacip Drs. Diar Cahdiar,M.Si Camat Karangpawitan Drs. Asep Taupan,MH. dan pejabat lainya.

SMAN 1 GARUT MILIKI 10 FASILITAS PENDUKUNG

Proses belajar mengajar di lingkungan SMAN 1 Garut, sekurangnya memiliki sepuluh jenis fasilitas pendukung, dengan 86 tenaga kependidikan terdiri 73 lulusan S1 serta 13 tamatan S2.

Sedangkan fasilitas pendukung sekolah, berupa tiga laboratorium IPA, dua laboratorium bahasa, serta masing-masing satu laboratorium komputer, multimedia, perpustakaan, ruangan kesenian, kantin, sarana transfortasi, gedung olahraga dan sarana beribadah/masjid.

Kepala SMAN 1 Garut, Drs H. Achdiat Kusdani, M.Pd kepada Garut News, Senin, juga mengemukakan pada tahun pelajaran 2010/2011 terdapat 1.135 siswa, meliputi 30 siswa kelas X porogram akselerasi dan 351 siswa kelas X program RSBI.

Widget Footer 1