GARUT|BLOGGER

Blogger Media Informasi

Showing posts with label Gunung. Show all posts
Showing posts with label Gunung. Show all posts

Warga Diminta Waspadai Papandayan

Warga diminta tetap waspada karena di Gunung Papandayan, Kabupaten Garut setiap harinya masih sering terjadi gempa sejak ditetapkan status gunung tersebut dari waspada menjadi siaga pada Sabtu (13/8). ”Sampai sekarang kegempaan di Gunung Papandayan masih terjadi,” kata Momon, petugas Pos Pengamatan Gunung Papandayan, Cisurupan, kemarin.

Dia menjelaskan, kegempaan di Papandayan terhitung sejak ditetapkan siaga tercatat 27 kali gempa dengan rincian jenis gempa 23 kali tektonik dangkal (VB), 1 kali tektonik lokal (TL), dan 3 kali tektonik jauh (TJ). Hari kedua penetapan siaga, Minggu (14/8), jumlah kegempaan Gunung Papandayan tercatat sebanyak 25 kali gempa dengan rincian 15 kali gempa VB, 6 kali gempa vulkanik dalam (VA), 1 kali gempa TL, dan 3 kali gempa TJ.

Hujan Mengguyur Dari Siang Hingga Malam Di Garut

Sudah sejak bulan lalu, ratusan warga Kampung Sawah Tanjakan, Desa Sukamulya, Kecamatan pakenjeng, Kabupaten Garut, selalu hidup di tengah bayang-bayang ketakutan tertimbun longsor.

Bagaimana tidak, Kampung Sawah Tanjakan berada persis di bawah tebing Gunung Citiis yang memiliki ketinggian lebih dari 300 meter. Apalagi tebing itu terus mengalami longsoran akibat digerus hujan deras.

TEBING SETINGGI 400 METER RETAK

Tebing setinggi 400 meter di Gunung Citiis yang berada di Kampung Sawah Tanjakan Desa Sukamulya mengalami retak sepanjang 50 meter. Retakan tebing tersebut, mengancam sedikitnya 30 kepala keluarga yang tinggal di Kampung Sawah Tanjakan.

Kepala Desa Sukamulya Dedi Somantri mengungkapkan, retaknya tebing tersebut terjadi sejak kurang lebih satu bulan ke belakang. Sejak retak, 30 kepala keluarga yang berada di bawah tebing mengungsi setiap kali terjadi hujan. Bahkan beberapa hari kebelakang, warga mengungsi sambil membawa barang berharga mereka karena hujan terus menerus mengguyur.

PULUHAN RUMAH TERANCAM TERKUBUR

Puluhan kepala keluarga (KK) di Kampung Sawah Tanjakan, Desa Sukamulya, Kecamatan Pakenjeng, Kab. Garut kini dilanda keresahan akibat adanya ancaman longsor. Akibatnya, setiap kali turun hujan, mereka terpaksa harus mengungsi ke rumah saudara atau tetangganya di kampung lain yang berada di daerah aman dari ancaman longsor.

Kepala Desa Sukamulya, Dedi Somantri menyebutkan, ancaman longsor yang melanda puluhan KK di Kp. Sawah Tanjakan tersebut terjadi menyusul ambrolnya tebing Gunung Citiis yang berada tak jauh dari permukiman warga dengan ketinggian lebih dari 300 meter. “Warga setempat hampir setiap hari harus bolak-balik mengungsi ke rumah tetangga atau kerabatnya di kampung lain karena khawatir akan bencana longsor. Hal itu mereka lakukan setiap kali turun hujan,” ujar Dedi, Kamis (14/4).

Widget Footer 1