GARUT|BLOGGER

Blogger Media Informasi

Showing posts with label Kesenian. Show all posts
Showing posts with label Kesenian. Show all posts

Melestarikan Seni Melalui Teater Postheatron Garut

Di tengah era globalisasi, mempertahankan serta memperkenalkan kesenian tradisional kepada masyarakat terutama kaum muda tentu tidak mudah. Perlu perjuangan ekstra keras agar generasi muda cinta budaya Indonesia. Tentu saja perjuangan tidak akan sukses apabila tak dilakukan dengan hati seperti yang dilakukan Komunitas Teater Postheatron Garut.

Komunitas Teater Postheatron Garut
hingga kini masih eksis. Selain mahir memainkannya, anggota komunitas juga berusaha untuk membuatnya sendiri yang bahan dasarnya dari bambu. “Kalau bisa mah tidak, tapi mencoba belajar untuk membuatnya,” kata Nanang, anggota komunitas. Alat musik yang dibuat komunitas antara lain toliet, celempung, dan karinding.

Karinding adalah alat musik imut yang dimainkan dengan cara ditempelkan di mulut lalu dipukul-pukul ujungnya atau disentir melalui tali. Getaran antara si karinding dan mulut digabung dengan udara dari mulut menghasilkan suara. “Tweew..tweew...”, begitulah. Ukuran standar karinding adalah panjang 10 sentimeter dan lebar dua sentimeter.

Beberapa anggota Komunitas Teater Postheatron Garut adalah personel band underground (musik cadas). “Kita punya band masing-masing,” kata anggota komunitas lainnya. Tidak heran jika komunitas ini mampu mengkolaborasikan antara musik underground yang berasal dari Barat dengan bunyi-bunyian dari budaya lokal seperti karinding dan toliet.

Sebagian besar anggota masih berstatus sebagai pelajar sekolah menengah atas, mahasiswa, dan pekerja. Selain bermain musik, anggota komunitas diajarkan tentang teater. Para anggota komunitas menghabiskan waktu dengan bermacam kegiatan kreatif. Selama bulan puasa ini mereka menggelar Salam Ramadan yang digelar setiap menjelang berbuka alias ngabuburit.(JUM)

SUMBER BERITA

LESTARIKAN KESENIAN TRADISIONAL GARUT

GARUT, (Tubas) – Berangkat dari kepedulian terhadap warisan nenek moyang dalam upaya awal mnghadapi era ekonomi kreatif, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparpub) Kabupaten Garut menempuh langkah secara bertahap agar kesenian daerah tetap hidup. Antara lain, menginventariskan kesenian tradisional kemudian diperbaharui, dan didokumentasikan.

Hal inidilakukan selain untuk lebih dikenal oleh generasi muda, juga sebagai bahan untuk pembinaan dan pengembangannya, kata Kabid Kebudayaan Disparpub Kabupaten Garut Drs. Asep Ajun .M.Si,, kepada Tubas, baru-baru ini.

SMAN 1 GARUT MILIKI 10 FASILITAS PENDUKUNG

Proses belajar mengajar di lingkungan SMAN 1 Garut, sekurangnya memiliki sepuluh jenis fasilitas pendukung, dengan 86 tenaga kependidikan terdiri 73 lulusan S1 serta 13 tamatan S2.

Sedangkan fasilitas pendukung sekolah, berupa tiga laboratorium IPA, dua laboratorium bahasa, serta masing-masing satu laboratorium komputer, multimedia, perpustakaan, ruangan kesenian, kantin, sarana transfortasi, gedung olahraga dan sarana beribadah/masjid.

Kepala SMAN 1 Garut, Drs H. Achdiat Kusdani, M.Pd kepada Garut News, Senin, juga mengemukakan pada tahun pelajaran 2010/2011 terdapat 1.135 siswa, meliputi 30 siswa kelas X porogram akselerasi dan 351 siswa kelas X program RSBI.

DEVILE BATIK MENUMBUHKAN KEBERSAMAAN

Sebagai rangkaian peringatan hari jadi Garut ke-199, pada Rabu (20/04) diadakan pembukaan secara resmi Garut Festival II dan Kirab Seni Budaya Jawa Barat Zona Priangan I dipusatkan di halaman Gedung Bale Paminton. Pada acara pembukaan itu dipertunjukkan berbagai seni khas kabupaten Garut, serta berbagai kesenian dari kabupaten/kota di priangan timur.

Selain kesenian khas, Garut juga menampilkan devile batik garutan, SKPD-SKPD di kabupaten Garut ikut berpartisipasi dengan memakai berbagai warna dan corak batik. Bagian Informatika sebagai bagian dari Sekda Garut ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

PUNCAK HARI JADI GARUT, MEMODIFIKASI PRODUK LAWAS

Semarak puncak peringatan hari jadi ke-199 Garut tahun ini, yang digelar pada 20-24 April 2011, umumnya hanya mengusung modifikasi produk sosial ekonomi dan budaya lawas, meski sebagai kearifan lokal bernilai “adi luhung”.

Selama empat hari, dipastikan terdapat tampilan beragam sajian seni dan budaya “buhun”, diantaranya “Helaran Surak Ibra, Maramis” serta jenis kesenian lain, yang antara lain dilengkapi pembacaan puisi, pameran lukisan dan pameran foto.

Kemudian pada 21 April malam, terdapat pertunjukan operet Raden Ajoe (RA) Lasminingrat, yang lahir 1843 atau jauh sebelum RA Kartini (1879).

EMPAT HARI PESTA PUNCAK HARI JADI GARUT

Puncak peringatan Hari Jadi Garut ke 199, akan digelar selama empat hari, mulai tanggal 20-24 April mendatang. Berbagai acara gelaran budaya akan turut memeriahkan acara tersebut.

Demikian disampaikan Kepala Bagian Informatika Sekretariat Daerah Pemkab Garut Drs Dik Dik Hendrajaya M Si. Dia mengungkapkan, selama empat hari, masyarakat Garut akan dihibur oleh berbagai macam kegiatan. Hari pertama masyarakat akan diberi sajian tampilan kesenian serta kebudayaan asli Garut seperti surak ibra, maramis, dan kesenian Garut lainnya tak lupa ada apresiasi seni pembacaan puisi, pameran lukisan hingga pameran foto.

Widget Footer 1